Harga Gambir Masih Ditentukan Eksportir, Bukan Petani

Limapuluh Kota- Salah satu faktor yang mengakibatkan kesejahteraan petani gambir di Limapuluh Kota belum cukup baik adalah masalah harga gambir. Posisi tawar petani masih rendah.
‘’Hal ini karena harga gambir masih ditentukan oleh peda gang dan eksportir. Harga yang dipatok masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan harga pasaran di luar negeri. Jika kita cermati harga gambir di luar negeri 5 sampai 10 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan harga gambir di Limapuluh Kota,” ujar Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo, Selasa (8/11).
Bupati berpendapat, kerjasama dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan pengetahuan petani tentang manfaat gambir akan bisa memberikan posisi tawar lebih baik bagi petani saat ber hadapan dengan pedagang dan eksportir.
Dikatakan, saat ini di Limapuluh Kota sudah ada pabrik pengolahan gambir yang berlokasi di nagari Sungai Antuan Kecamatan Mungka, di bawah pengelolaan Perusahaan Daerah Gonjong Limo. Kebe radaan pabrik ini diharapkan bisa memberikan nilai tambah untuk mewujudkan kesejah teraan petani gambir.
Daerah ini dikenal sebagai produsen gambir. Data Dinas Perkebunan Limapuluh Kota, pada 2010 luas daerah penanaman gambir di Limapuluh Kota mencapai 14.682,50 hektare dengan produksi sebesar 14.601 ton per tahun. Sentranya di Kecamatan Kapur IX dan Kecamatan Pang kalan Koto Baru. (harriansinggalang.co.id)

wdcfawqafwef