Proses Membuat Galamai / Kalamai di Muaro Paiti


Proses Pembuatan Galamai Di Muaro Paiti
Galamai atau Kalamai atau Gelamai
Sama saja, berbagai daerah menyebutnya lain lain, Galamai merupakan makanan Khas dari Sumatera Barat, dan di setiap daerah di Sumatera Barat memiliki ciri yang berbeda pula, orang akan tau darimana asal galamain ini dengan mencobanya, dari Payakumbuh, dari Solok, dari Pasaman, dari Padang Pariaman, kami ini ada yang dari Muaro Paiti. Di Muaro Paiti, pembuatan galamai begitu rumit, begitu menghabiskan waktu, dan perlu banyak tenaga. Tapi, jangan salah, rasa dan hasil galamai dari Muaro Paiti sangat enak, dan bisa untuk bekal berpergian, karena galamai di Muaro Paiti bisa tahan hingga berbulan bulan. Tradisi membuat galamai ini biasanya dilakukan oleh masyarakat Muaro Paiti menjelang Hari Raya Idul Fitri, dan hanya sekali dalam setahun, itu dusebabkan karena pembuatannya yang susah, harus mengundang orang yang bertenaga kuat untuk itu.
Berikut sedikit di ceritakan proses pembuatan Galamai di Muaro Paiti :
Bahan :
  • ·         Kelapa
  • ·         Gula Pasir
  • ·         Vanilli
  • ·         Garam
  • ·         Tepung
  • ·         Dll
Alat yang dibutuhkan
·         Kuali berukuran Besar(Kanca)
·         Pengaduk (Pangacau)
·         Tungku (biasanya dibuat di tanah)
·         Tentunya harus ada api untuk memasak ,,hehe
Berikut langkah pembuatannya :
1.       Parut kelapa, dan kemudian di peras hingga 3 kali perasan



2.      Kemudian santan hasil dari perasan di masukkan ke dalam kuali (kanca) yang telah disiapkan di atas tunggu yang telah dipanaskan.
 

3.      Pada tahap ini, ketika santan baru dimasukkan ke dalam kuali, akan diaduk oleh anak anak terlebih dulu, dan selama santan telah didalam kuali, tidak boleh di diamkan, harus diaduk secara tersu menerus.


4.       Setelah agak panas, baru dimasukkan tepung, sambil diaduk secara terus menerus, hingga mengental dan mulai agak keras diaduk


5.       Setelah itu, masukkan bahan yang lainnya, seperti Gula Pasir, Vanilli (wangi) dan garam.


6.       Setelah dimasukkan semua bahannya, dan waktu yang diperlukan hingga tahap ini sekitar satu jam, dan santan yang tadi masih cair sekarang sudah mengeras dan dibutuhkan tenaga untuk mengaduknya.


7.       Sekarang hanya proses mengaduk (mangacau0, disinilah akan dubutuhkan tenaga yang banyak, karena peroses pengadukan ini bisa mancapai 5 sampai 7 jam, tergantung selera yang punya galamai, kalau ingin keras dan tahan lama, makan aduklah hingga 6-7 jam, dan jika ingin lebih lunak, maka masak sebentar saja.
8.       Hingga adonan makin mengeras dan mulai berubah warna menjadi abu abu kecoklatan, itu tandanya semakin keras,
9.       Ada pula suatu watu yang ditunggu tunggu orang disekitar tungku, yaitu proses POLANG, apalah namanya bagi orang lain saya juga tidak tahu benar., polang ini enak sekalim tidak bosan kita memakannya, cara makannya pun unik, diambil dengan jari sedikit sedikti kemudian dijilat, nyaaamm enak. Tapi proses itu Cuma sebentar, setelah itu adonan akan mengeras

10.   Disini nih yang mulai bekerja keras, bergantian, paling lama 10 sepasang yang bisa mengaduknya, disamping adonan yang keras, juga disulitkan dengan panasnya api tungku dan asap yang ditimbulkan pun menyakitkan mata.
11.   Secara bergantian mengaduk, dibutuhkan sekita 6 pasang untuk mengaduk sekitar 10 liter kalamai.


12.   Setelah beberapa jam, kalamai mulai mengeluarkan minyak, minya kelapa itu akan keluar, dan makin menyulitkan untuk diaduk karena takut kena percikan minya yang panas, minyak itu pun di kumpulkan.
13.   Mulai kewalahan pengaduk, sudah kelelahan, pengadukan biasanya dihentikan ketika tukang aduk menyerah atau pemilik galamai sudah minta berhenti.
14.   Dilanjutkan dengan proses pelepasan kerak yang melekat di kuali (kanca)

15.   Setelah matang, dikeluarkan dari kuali, dan harus segera dipindahkan, jangan sampai dingin, karena, kalau sudah dingin tidak bisa di ambil dengan tangan lagi, harus dengan pisau atau parang.
16.   Setelah di keluarkan dari kuali, giliran ibu-ibu yang memasukkan ke dalam Kibang (tempat yang terbuat dari daun pandan), tarik menarik galamai agar bisa masuk ke dalam kibang.







17.   Naahh inilah hasilnya, galamai siap dipasarkan dan siap untuk disantap beberapa bulan kedepan, setiap hari raya idul fitri, inilah yang paling laku di rumah rumah.

Galamai seperti ini sulit kita temukand i tempat lain, ada juga galamai yang dijual dalam plastik, tapi itu hanya tahan utnuk seminggu, dan rasanya pun kurang nikmat.
Kalu ini, siapa yang pernyah coba seklai, dijamin ketagihan, buktinya pendatang yang datang ke muaro paiti, pasti nanya galamai, perantau pun tiap pulang akan selalu ingin membawa galamai ke tempat kerjanya, karena kebanyakan yang pernah coba galamai muaro paiti, akan ketagihan dan tidak akan pernah lupa.
Sekian, semoga bermanfaat. Faradika

wdcfawqafwef