Dua Ekor Harimau Mengamuk di Galugua

GALUGUA – Dua ekor Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) dilaporkan mengamuk dan menyerang pemukiman penduduk Koto Tangah, Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX semenjak beberapa hari terakhir.

Akibatnya, masyarakat terisolir Galugua ketakutan. Para petani yang biasanya pergi pagi dan pulang malam dari areal perkebunan, me milih bertahan di dalam rumah. Anak-anak mati kece masan. “Harimau menerkam dan membunuh lima ekor kambing,” aku Ronsi Idris, Ketua Badan Musyawarah Nagari Galugua, menjawab, Singgalang Kamis (26/4).
Didampingi tokoh pemuda Kapur IX Tono, Ronsi Idris menjelaskan, tidak sedikit masyarakat Galugua melihat dengan mata telanjang, ha rimau keluar-masuk dari pemukiman penduduk. Mala han, si ‘inyiak’ belang ini juga memasuki rumah kosong yang ditinggal pergi oleh penghuninya.
Kasus harimau masuk kampung, bukanlah pertama di Koto Tangah, Galugua. Sebelumnya, juga ditemukan dan mengapung dari mulut-ke mulut. Hanya saja, kali ini, harimau dianggap sudah berbahaya dan ‘marah’. Lima ekor kambing dari dua kan dang berbeda, diterkamnya hingga tewas dengan kondisi bahagian perut robek-robek.
Kapolres Limapuluh Kota AKBP Partomo Iriananto, Wakapolres Kompol Emrizal Hanas dan Kapolsek Kapur IX Iptu B Dt Maradjo, membe narkan adanya laporan hari mau mengamuk. “Sebentar ini, Walinagari Galugua juga memberikan informasi itu,” kata Partomo dan Emrizal Hanas. Polisi berharap, ma syarakat setempat terus was pada dan tidak vakum de ngan kecemasan. Untuk me ngantisipasi bahaya harimau, pihaknya langsung meng instruksikan Kapolsek Kapur IX Iptu B Dt Maradjo, agar mengerahkan anggota ke lapangan.
Sumber Singgalang di Galugua menyebutkan, hing ga Kamis (26/4) siang, hari mau masih terlihat masya rakat, keluar-masuk dari dalam perkebunan yang letak nya di tengah-tengah perkam pungan. Tidak seorangpun masyarakat yang berani membunuh, apalagi mencoba menangkap harimau tersebut hidup-hidup.
Terkoyak mitos, harimau masuk kampung, pertanda akan terjadi sebuah bencana. Kemudian, merupakan bukti kalau binatang ini sudah gerah, dengan ulah tangan manusia yang mengganggu lahan hidupnya. Mencakup, pembabatan hutan dan pem balakan liar. “Logikanya, hari mau merasa terganggu,” pu ngkas Kapolres Partomo. (hariansinggalang)

wdcfawqafwef